Showing posts with label rasulullah. Show all posts
Showing posts with label rasulullah. Show all posts

Saturday, April 17, 2010

Pernikahan Rasulullah dan Siti Khadijah...( Aku percaya tak ramai yang tahu perkara di sebalik pernikahan ini...Bacalah yer )

Pernikahan Rasulullah dan Siti Khadijah...( Aku percaya tak ramai yang tahu perkara di sebalik pernikahan ini...Bacalah yer )

Dia adalah Khadijah r.a, seorang wanita janda, bangsawan,hartawan, cantik dan budiman. Ia disegani oleh masyarakat Quraisy khususnya, dan bangsa Arab pada umumnya. Sebagai seorang pengusaha, iabanyak memberikan bantuan dan modal kepada pedagang-pedagang atau melantik orang-orang untuk mewakili urusan-urusan perniagaannya ke luar negeri.


Banyak pemuka Quraisy yang ingin menikahinya dan sanggup membayar mas kawin berapa pun yang dikehendakinya, namun selalu ditolaknya dengan halus kerana tak ada yang berkenan di hatinya. Pada suatu malam ia bermimpi melihat matahari turun dari langit, masuk ke dalam rumahnya serta memancarkan sinarnya ke semua tempat sehingga tiada sebuah rumah di kota Makkah yang luput dari sinarnya. Mimpi itu diceritakan kepada anak bapa saudaranya yang bernama Waraqah bin Naufal. Dia seorang lelaki yang berumur lanjut, ahli dalam mentakbirkan mimpi dan ahli tentang sejarah bangsa-bangsa purba. Waraqah juga mempunyai pengetahuan luas dalam agama yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu.Waraqah berkata: "Takwil dari mimpimu ituialah bahwa engkau akan menikah kelak dengan seorang Nabi akhir zaman."


"Nabi itu berasal dari negeri mana?" tanya Khadijah bersungguh- sungguh.
"Dari kota Makkah ini!" ujar Waraqah singkat.
"Dari suku mana?"
"Dari suku Quraisy juga."
Khadijah bertanya lebih jauh:
"Dari keluarga mana?"
"Dari keluarga Bani Hasyim, keluarga terhormat," kata Waraqah dengan nada menghibur.


Khadijah terdiam sejenak, kemudian tanpa sabar meneruskan pertanyaan terakhir: "Siapakah nama bakal orang agung itu, hai anak bapa saudaraku?"
Orang tua itu mempertegas: "Namanya Muhammad SAW. Dialah bakal suamimu!"


Khadijah pulang ke rumahnya dengan perasaan yang luar biasa gembiranya. Belum pernah ia merasakan kegembiraan sedemikian hebat. Maka sejak itulah Khadijah sentiasa bersikap menunggu dari manakah gerangan kelak munculnya sang pemimpin itu.


Nabi Muhammad Berniaga
Muhammad, bakal suami wanita hartawan itu, adalah seorang yatim piatu yang miskin sejak kecilnya, dipelihara oleh bapa saudaranya, Abu Thalib, yang hidupnya pun serba kekurangan. Meskipun demikian, bapa saudaranya amat sayang kepadanya, menganggapnya seperti anak kandungs sendiri, mendidik dan mengasuhnya sebaik-baiknya dengan adab, tingkah laku dan budi pekerti yang terpuji. Pada suatu ketika, Abu Thalib berbincang-bincang dengan saudara perempuannya bernama 'Atiqah mengenaidiri Muhammad. Beliau berkata:
"Muhammad sudah pemuda dua puluh empat tahun. Semestinyalah sudah kahwin. Tapi kita tak mampu mengadakan perbelanjaan, dan tidak tahu apa yang harus diperbuat."


Setelah memikirkan segala ikhtiar, 'Atiqah pun berkata: "Saudaraku, saya mendengar berita bahwa Khadijah akan memberangkatkan kafilah niaga ke negeri Syam dalam waktu dekat ini. Siapa yang berhubungan dengannya biasanya rezekinya bagus, diberkati Allah SWT. Bagaimana kalaukita pekerjakan Muhammad kepadanya? Saya kira inilah jalan untuk memperolehi nafkah, kemudian dicarikan isterinya."


Abu Thalib menyetujui saranan saudara perempuannya. Dirundingkan dengan Muhammad, ia pun tidak keberatan.'Atiqah mendatangi wanita hartawan itu, melamar pekerjaan bagi Muhammad, agar kiranya dapat diikut sertakan dalam kafilah niaga ke negeri Syam. Khadijah,tatkala mendengar nama "Muhammad", ia berfikir dalam hatinya: "Oh... inilah takbir mimpiku sebagaimana yang diramalkan oleh Waraqah bin Naufal, bahwa ia dari suku Quraisy dan dari keluarga Bani Hasyim, dan namanya Muhammad, orang terpuji, berbudi pekerti tinggi dan nabi akhir zaman." Seketika itu juga timbullah hasrat di dalam hatinya untuk bersuamikan Muhammad, tetapi tidak dilahirkannya karena khuatir akan fitnah.


"Baiklah," ujar Khadijah kepada 'Atiqah, "saya terima Muhammad dan saya berterima kasih atas kesediaannya. Semoga Allah SWT melimpahkan berkatnya atas kita bersama.". Wajah Khadijah cerah, tersenyum sopan,menyembunyikan apa yang tersudut di kalbunya.Kemudian ia meneruskan:"Wahai 'Atiqah, saya tempatkan setiap orang dalam rombongan niaga dengan penghasilan tinggi, dan bagi Muhammad SAW akan diberikan lebih tinggi dari biasanya."


Atiqah berterima kasih, ia pulang dengan perasaan gembiramenemui saudaranya, menceritakan kepadanya hasil perundingannya denganwanita hartawan dan budiman itu. Abu Thalib menyambutnya dengan gembira.Kedua bersaudara itu memanggil Muhammad SAW seraya berkata: "Pergilah anakanda kepada Khadijah r.a, ia menerima engkau sebagai pekerjanya.Kerjakanlah tugasmu sebaik-baiknya."Muhammad SAW menuju ke rumah wanitapengusaha itu.Sementara akan keluar dari pekarangan rumah bapa saudaranya,tiba-tibalah ia mencucurkan air mata kesedihan mengenang nasibnya. Tiada yang menyaksikannya dan menyertainya dalam kesedihan hati itu selain para malaikat langit dan bumi.


Kesaksian Seorang Rahib
Tatkala kafilah niaga itu siap akan berangkat,berkatalah Maisarah, kepala rombongan: "Hai Muhammad,pakailah baju bulu itu, dan peganglah bendera kafilah.Engkau berjalan di depan, menuju ke negeri Syam!"Muhammad SAW melaksanakan perintah. Setelah iring- iringan keluardari halaman memasuki jalan raya, tanpa sedar Muhammad SAW menangis kembali, tiada yang melihatnya kecuali Allah dan para malaikat-Nya.


Dari mulutnya terucap suara kecil: "Aduh hai nasib! Mana gerangan ayahku Abdullah, mana gerangan ibuku Aminah. Kiranyalah mereka menyaksikan nasib anakandanya yang miskin yatim piatu ini, yang justeru lantaran ketiadaannyalah sehingga terbawa jadi buruh upahan ke negeri jauh.Aku tidak tahu apakah aku masih akan kembali lagi ke negeri ini, tanah tumpah darahku."Jeritan batin itu membuat para malaikat langit bersedih. Mereka memintakan rahmat baginya. Maisarah memperlakukan Muhammad SAW dengan agak istimewa, sesuai dengan wasiat Khadijah. Diberinya pakaian terhormat, kenderaan unta yang tangkas dengan segala perlengkapannya.


Perjalanan mengambil waktu beberapa hari. Terik matahari begitu panas sekali. Tetapi Muhammad SAW berjalan sentiasa dipayungi awan yang menaunginya hingga mereka berhenti di sebuah peristirehatan dekat rumah seorang Rahib Nasrani. Muhammad SAW turun dari untanya, pergi berangin-angin melepaskan lelah di bawah pohon yang teduh. Rahib keluar dari tempat pertapaannya. Ia hairan melihat gumpalan awan menaungi kafilah dariMakkah, padahal tak pernah terjadi selama ini. Ia tahu apa erti tanda itukarena pernah dibacanya di dalam Kitab Taurat.Rahib menyiapkan suatu perjamuan bagi kafilah itu dengan maksud untuk menyiasat siapa pemilik karamah dari kalangan mereka.


Semua anggota rombongan hadir dalam majlis perjamuan itu,kecuali Muhammad SAW seorang diri yang tinggal untuk menjaga barang- barang dan kenderaan. Ketika Rahib melihat awan itu tidak bergerak, tetap di atas kafilah, bertanyalah beliau: "Apakah di antara kalian masih ada yang tidak hadir di sini?"Maisarah menjawab:


"Hanya seorang yang tinggal untuk menjaga barang-barang."
Rahib pergi menjemput Muhammad SAW dan terus menjabat tangannya, membawanya ke majlis perjamuan. Ketika Muhammad SAW. bergerak, Rahib memperhatikan awan itu turut bergerak pula mengikuti arah ke mana Muhammad SAW berjalan. Dan di saat Muhammad SAW masuk ke ruangan perjamuan,Rahib keluar kembali menyaksikan awan itu, dan dilihatnya awan itu tetap diatas, tidak bergerak sedikit pun walaupun dihembus angin. Maka mengertilah ia siapa gerangan yang memiliki karamah dan keutamaan itu.Rahib masuk kembali dan mendekati Muhammad SAW,bertanya:


"Hai pemuda, dari negeri mana asalmu?"
"Dari Makkah".
Dari qabilah mana?" tanya sang Rahib.
"Dari Quraisy, tuan!"
"Dari keluarga siapa?"
"Keluarga Bani Hasyim."
'Siapa namamu?"
"Namaku, Muhammad."


Serta merta ketika mendengar nama itu, Rahib berdiri dan terus memeluk Muhammad SAW serta menciumnya di antara kedua alisnya seraya mengucapkan: "Laa IlaahaIllallaah, Muhammadar Rasulullah."


Ia menatap wajah Muhammad SAW dengan perasaan takjub, serayabertanya: "Sudikah engkau memperlihatkan tanda di badanmu agar jiwaku tenteram dan keyakinanku lebih mantap?"


"Tanda apakah yang tuan maksudkan?" tanya Muhammad SAW."Silakan buka bajumu supaya kulihat tanda akhir kenabian di antara kedua bahumu!"


Muhammad SAW. memperkenankannya, dimana Rahib tua itu melihat dengan jelas ciri-ciri yang dimaksudkan."Ya....ya....tertolong, tertolong!"seru Rahib.


"Pergilah ke mana hendak pergi. Engkau terus ditolong!"
Rahib itu mengusap wajah Muhammad SAW, sambil menambahkan:"Hai hiasan di hari kemudian, hai pemberi syafa'at di akhirat, hai peribadi yang mulia, hai pembawa nikmat, hai nabi rahmat bagi seluruh alam!"


Dengan pengakuan demikian, Rahib dari Ahlil-Kitab itu telah menjadi seorang muslim sebelum Muhammad SAW. dengan rasmi menerima wahyu kerasulan dari langit.


Paderi-paderi Yahudi Gemetar Ketakutan
Pasar dibuka beberapa hari lamanya. Semua jualan laris dengan keuntungan berlipat ganda, mengatasi pengalaman yang sudah-sudah. Kebetulan pada saat itu bertepatan dengan hari Yahudi, yang dimeriahkan dengan upacara besar-besaran. Muhammad SAW, Abu Bakar dan Maisarah keluar menonton keramaian itu. Tatkala Muhammad SAW memasuki tempat upacara untuk menyaksikan cara mereka beribadat, maka tiba-tiba berjatuhanlah semua lilin-lilin menyala yang bergantungan pada tali di sekitar ruangan, yang menyebabkan paderi- paderi Yahudi gemetar ketakutan.


Seorang di antara mereka bertanya: "Alamat apakah ini?" Semuanya hairan, cemas dan ketakutan.


"Ini bererti ada orang asing yang hadir di sini,"jawab pengerusi upacara. "Kita baca dalam Taurat bahwa alamat ini akan muncul bilamana seorang lelaki bernama Muhammad SAW, Nabi akhir zaman, mendatangi hari raya agama Yahudi. Mungkinlah sekarang orang itu berada di ruangan kita ini. Carilah lelaki itu, dan kalau bertemu, segeralah tangkap!"


Abu Bakar r.a, sahabat Muhammad SAW sejak dari kecil, dan Maisarah, yang mendengar berita itu segera mendekati Muhammad SAW yang berdiri agak terpisah, dan mengajaknya keluar perlahan-lahan ditengah-tengah kesibukan orang yang berdesak-desakan keluar masuk ruangan.


Tanpa menunda waktu lagi, Maisarah segera memerintahkan kafilah berangkat pulang ke Makkah. Dengan demikian tertolonglah Muhammad SAW dari kejahatan orang- orang Yahudi


Nabi Muhammad Pulang Ke Makkah
Biasanya dalam perjalanan pulang, kira-kira jarak tujuh hari lagi mendekati Makkah, Maisarah mengirim seorang utusan kepada Khadijah r.a, memberitahukan bakal kedatangan kafilah serta perkara- perkara lain yang menyangkut perjalanan. Maisarah menawarkan kepada Muhammad SAW:"Apakah engkau bersedia diutus membawa berita ke Makkah?" Muhammad SAW berkata: "Ya, saya bersedia apabila ditugaskan".


Pemimpin rombongan mempersiapkan unta yang cepat untuk dinaiki oleh utusan yang akan berangkat terlebih dahulu ke kota Makkah. Ia pun menulis sepucuk surat memberikan kepada majikannya bahwa perniagaan kafilah yang disertai Muhammad SAW mendapat hasil laba yang sangat memuaskan, dan menceritakan pula tentang pengalaman- pengalaman aneh yang berkaitan dengan diri Muhammad SAW.


Tatkala Muhammad SAW menuntun untanya dan sudah hilang dari pandangan mata, maka Allah SWT menyampaikan wahyu kepada malaikat Jibrila.s .:


"Hai Jibril, singkatkanlah bumi di bawah kaki-kaki unta Muhammad SAW! Hai Israfil, jagalah ia dari sebelah kanannya! Hai Mikail, jagalah ia dari sebelah kirinya! Hai awan, teduhilah ia di atas kepalanya!"Kemudian Allah SWT mendatangkan ngantuk kepadanya sehingga baginda SAWtertidur nyenyak dan tiba-tiba telah sampai di Makkah dalam tempoh yang cukup singkat.Saat terbangun, ia hairan mendapati dirinya telah berada dipintu masuk kota kelahirannya. Baginda SAW sedar bahwa ini adalah mukjizat Tuhan kepadanya, lalu bersyukur memuji Zat Yang Maha Kuasa.


Sementara baginda SAW mengarahkan untanya menuju ke tempatKhadijah r.a, secara kebetulan Khadijah r.a pada saat itu sedang duduk sambil kepalanya keluar jendela memandangi jalan ke arah Syam, tiba-tiba dilihatnya Muhammad SAW di atas untanya dari arah bertentangan di bawah naungan awan yang bergerak perlahan-lahan di atas kepalanya.


Khadijah r.a menajamkan matanya, bimbang kalau-kalau tertipu oleh penglihatannya, sebab yang dilihatnya hanyalah Muhammad SAW sendirian tanpa rombongan, padahal telah dipesannya kepada Maisarah agar menjaganya sebaik-baik. Ia bertanya kepada wanita-wanita sahayanya yang duduk disekitarnya:


"Apakah kamu mengenali siapa pengendara yang datang itu?"sambil tangannya menunjuk ke arah jalan. Seorang di antara mereka menjawab:"Seolah-olah Muhammad Al-Amiin, ya sayyidati!"


Kegembiraan Khadijah r.a terlukis dalam ucapannya: "Kalau benar Muhammad Al-Amiin, maka kamu akan kumerdekakan bilamana ia telah sampai!"


Tak lama kemudian muncullah Muhammad SAW di depan pintu rumah wanita hartawan itu, yang langsung menyambutnya dengan tutur sapa tulus ikhlas:


"Kuberikan anda unta pilihan, tunggangan khusus dengan apa yang ada di atasnya."
Muhammad SAW mengucapkan terima kasih, kemudian menyerahkan surat dari ketua rombongan. Ia minta izin pulang ke rumah bapa saudaranya setelah melaporkan tentang perniagaan mereka ke luar negeri.


Khadijah Menawarkan Diri
Muhammad Al-Amiin muncul di rumah Khadijah. Wanita usahawan itu berkata: "Hai Al-Amiin, katakanlah apa keperluanmu!" Suaranya ramah,bernada dermawan. Dengan sikap merendahkan diri tapi tahu diharga dirinya,Muhammad SAW berbicara lurus, terus terang,meskipun agak malu-malu tetapi pasti. Katanya: "Kami sekeluarga memerlukan nafkah dari bahagianku dalam rombongan niaga. Keluarga kami amat memerlukannya untuk mencarikan jodoh bagi anak saudaranya yang yatim piatu". Kepalanya tertunduk, dan wanitahartawan itu memandangnya dengan penuh ketakjuban.


"Oh, itukah....! Muhammad, upah itu sedikit, tidak menghasilkan apa- apa bagimu untuk menutupi keperluan yang engkau maksudkan," kata Khadijah r.a. "Tetapi biarlah, nanti saya sendiri yang mencarikan calon isteri bagimu". Ia berhenti sejenak, meneliti. Kemudian meneruskan dengan tekanan suara memikat dan mengandungi isyarat: "Aku hendak mengahwinkanmu dengan seorang wanita bangsawan Arab. Orangnya baik,kaya, diingini oleh banyak raja-raja dan pembesar-pembesar Arab dan asing, tetapi ditolaknya. Kepadanyalah aku hendak membawamu". Khadijah tertunduk lalu melanjutkan: "Tetapi sayang, ada aibnya...! Dia dahulu sudah pernah bersuami. Kalau engkau mahu, maka dia akan menjadi pengkhidmat dan pengabdi kepadamu".


Pemuda Al-Amiin tidak menjawab. Mereka sama-sama terdiam, sama-sama terpaku dalam pemikirannya masing-masing. Yang satu memerlukan jawapan, yang lainnya tak tahu apa mahu dijawab.Khadijah r.a tak dapatmengetahui apa yang terpendam di hati pemuda Bani Hasyim itu, pemuda yang terkenal dengan gelaran Al-Amiin (jujur). Pemuda Al- Amiin itupun mungkin belum mengetahui siapa kira-kira calon yang dimaksud oleh Khadijah r.a. Ia minta izin untuk pulang tanpa sesuatu keputusan yang ditinggalkan. Ia menceritakan kepada bapa saudaranya: "Aku merasa amat tersinggung oleh kata-kata Khadijah r.a. Seolah-olah dia memandang enteng dengan ucapannya ini dan itu "anu dan anu...."Ia mengulangi apa yang dikatakan oleh perempuan kaya itu.


Atiqah juga marah mendengar berita itu. Dia seorang perempuan yang cepat naik darah kalau pihak yang dinilainya menyinggung kehormatan Bani Hasyim. Katanya: "Muhammad, kalau benar demikian, aku akan mendatanginya".


Atiqah tiba di rumah Khadijah r.a dan terus menegurnya:"Khadijah, kalau kamu mempunyai harta kekayaan dan kebangsawan, makakamipun memiliki kemuliaan dan kebangsawanan. Kenapa kamu menghina puteraku, anak saudaraku Muhammad?"


Khadijah r.a terkejut mendengarnya. Tak disangkanya bahwa kata- katanya itu akan dianggap penghinaan. Ia berdiri menyabarkan dan mendamaikan hati 'Atiqah:"Siapakah yang sanggup menghina keturunanmu dan sukumu? Terus terang saja kukatakan kepadamu bahwa dirikulah yang ku maksudkan kepada Muhammad SAW. Kalau ia mahu, aku bersedia menikah dengannya; kalau tidak, aku pun berjanji tak akan bersuami hingga mati". Pernyataan jujur ikhlas dari Khadijah r.a membuat 'Atiqah terdiam. Kedua wanita bangsawan itu sama-sama cerah. Percakapan menjadi serius.


"Tapi Khadijah, apakah suara hatimu sudah dimaklumi oleh anakbapa saudaramu Waraqah bin Naufah?" tanya 'Atiqah sambil meneruskan: "Kalau belum cubalah meminta persetujuannya."


"Ia belum tahu, tapi katakanlah kepada saudaramu, Abu Thalib, supaya mengadakan perjamuan sederhana. Jamuan minum, dimana sepupuku diundang, dan disitulah diadakan lamaran", Khadijah r.a berkata seolah-olah hendak mengatur siasat. Ia yakin Waraqah takkan keberatan kerana dialah yang menafsirkan mimpinya akan bersuamikan seorang Nabi akhir zaman.'Atiqah pulang dengan perasaan tenang, puas. Pucuk dicinta ulam tiba. Ia segera menyampaikan berita gembira itu kepada saudara-saudaranya: AbuThalib, Abu Lahab, Abbas dan Hamzah. Semua riang menyambut hasil pertemuan 'Atiqah dengan Khadijah r.a.


"Itu bagus sekali", kata Abu Thalib, "Tapi kita harus bermesyuarat dengan Muhammad SAW lebih dahulu."


Janda Cantik Bermata Jeli
Sebelum dijemput oleh bapa saudaranya, maka terlebih dahulu iapun telah menerima seorang perempuan bernama Nafisah, utusan Khadijah r.ayang datang untuk menjalin hubungan kekeluargaan. Utusan peribadi Khadijah itu bertanya: "Muhammad, kenapa engkau masih belum berfikir mencari isteri?" Muhammad SAW menjawab: "Hasrat ada, tetapi kesanggupan belum ada.""Bagaimana kalau seandainya ada yang hendak menyediakan nafkah? Lalu engkaumendapat seorang isteri yang baik, cantik, berharta, berbangsa dan sekufu pula denganmu, apakah engkau akan menolaknya?"


"Khadijah!" Nafisah berterus terang. "Asalkan engkau bersedia, sempurnalah segalanya. Urusannya serahkan kepadaku!"
Usaha Nafisah berjaya. Ia meninggalkan putera utama Bani Hasyim dan langsung menemui Khadijah r.a,menceritakan kesediaan Muhammad SAW. Setelah Muhammad SAW menerima pemberitahuan dari saudara- saudaranya tentang hasil pertemuan dengan Khadijah r.a, maka baginda tidak keberatan mendapatkan seorang janda yang usianya lima belas tahun lebih tua daripadanya.Betapa tidak setuju, apakah yang kurang pada Khadijah? Ia wanita bangsawan, cantik, hartawan, budiman. Dan utamanya pula karena hatinya telah dibukakan Tuhan untuk mencintainya, telah ditakdirkan akan dijodohkan dengannya.Kalau dikatakan janda, biarlah! Ia memang janda umur empat puluh,tapi janda yang masih segar, bertubuh ramping, berkulit putih dan bermata jeli.


Maka diadakanlah acara yang penuh keindahan itu. Hadir sama Waraqah bin Naufal dan beberapa orang-orang terkemuka Arab yang sengaja dijemput. Abu Thalib dengan rasmi meminang Khadijah r.a kepada saudara sepupunya. Orang tua bijaksana itu setuju. Tetapi dia meminta tempoh untuk berunding dengan wanita berkenaan.


Pernikahan Muhammad dengan Khadijah
Khadijah r.a diminta pendapat. Dengan jujur ia berkata kepada Waraqah: "Hai anak bapa saudaraku, betapa aku akan menolak Muhammad SAWpadahal ia sangat amanah, memiliki keperibadian yang luhur, kemuliaan dan keturunan bangsawan, lagi pula pertalian kekeluargaannya luas". "Benarkatamu, Khadijah, hanya saja ia tak berharta",ujar Waraqah.


"Kalau ia tak berharta, maka aku cukup berharta. Aku tak memerlukan harta lelaki. Kuwakilkan kepadamu untuk menikahkan aku dengannya," demikian Khadijah r.a menyerahkan urusannya.


Waraqah bin Naufal kembali mendatangi Abu Thalib memberitakan bahwa dari pihak keluarga perempuan sudah bulat mufakat dan merestui bakal pernikahan kedua mempelai. Lamaran diterima dengan persetujuan mas kahwin lima ratus dirham. Abu Bakar r.a, yang kelak mendapat sebutan "Ash-Shiddiq"sahabat akrab Muhammad SAW. sejak dari masa kecil, memberikan sumbanganpakaian indah buatan Mesir, yang melambangkan kebangsawaan Quraisy, sebagaimana layaknya dipakai dalam upacara adat istiadat pernikahan agung, apalagi karena yang akan dinikahi adalah seorang hartawan dan bangsawan pula.Peristiwa pernikahan Muhammad SAW dengan Khadijah r.a berlangsung pada hari Jumaat, dua bulan sesudah kembali dari perjalanan niaga ke negeri Syam. Bertindak sebagai wali Khadijah r.a ialah bapa saudaranya bernama'Amir bin Asad, sedang Waraqah bin Naufal membacakan khutbah pernikahan dengan fasih, disambut oleh Abu Thalib sebagai berikut:"Alhamdu Lillaah, segala puji bagi Allah Yang menciptakan kita keturunan (Nabi) Ibrahim, benih (Nabi) Ismail, anak cucu Ma'ad, dari keturunan Mudhar.


"Begitupun kita memuji Allah SWT Yang menjadikan kita penjaga rumah-Nya, pengawal Tanah Haram-Nya yang aman sejahtera, dan menjadikan kita hakim terhadap sesama manusia.


"Sesungguhnya anak saudaraku ini, Muhammad bin Abdullah, kalauakan ditimbang dengan laki-laki manapun juga, niscayalah ia lebih berat dari mereka sekalian. Walaupun ia tidak berharta, namun harta benda itu adalah bayang-bayang yang akan hilang dan sesuatu yang akan cepat perginya. Akan tetapi Muhammad SAW, tuan-tuan sudah sama mengenalinya siapa dia. Dia telah melamar Khadijah binti Khuwailid. Dia akan memberikan mas kahwin lima ratus dirham yang akan segera dibayarnya dengan tunai dari hartaku sendiri dan saudara-saudaraku.


"Demi Allah SWT, sesungguhnya aku mempunyai firasat tentang dirinya bahwa sesudah ini, yakni di saat-saat mendatang, ia akan memperolehi berita gembira (albasyaarah) serta pengalaman- pengalaman hebat. "Semoga Allah memberkati pernikahan ini".


Penyambutan untuk memeriahkan majlis pernikahan itu sangat meriah di rumah mempelai perempuan. Puluhan anak-anak lelaki dan perempuan berdiri berbaris di pintu sebelah kanan di sepanjang lorong yang dilalui oleh mempelai lelaki, mengucapkan salam marhaban kepada mempelai dan menghamburkan harum-haruman kepada para tamu dan pengiring.


Selesai upacara dan tamu-tamu bubar, Khadijah r.a membuka isihati kepada suaminya dengan ucapan: "Hai Al-Amiin, bergembiralah! Semua harta kekayaan ini baik yang bergerak mahupun yang tidak bergerak, yang terdiri dari bangunan-bangunan, rumah-rumah,barang-barang dagangan, hamba-hamba sahaya adalah menjadi milikmu. Engkau bebas membelanjakannya kejalan mana yang engkau redhai !"


Itulah sebagaimana Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Dan Dia (Allah) mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kekayaan".(Adh-Dhuhaa: 8) Alangkah bahagianya kedua pasangan mulia itu, hidup sebagai suami isteri yang sekufu, sehaluan, serasi dan secita-cita. Dijamin Masuk Syurga
hadijah r.a mendampingi Muhammad SAW. selama dua puluh enam tahun, yakni enam belas tahun sebelum dilantik menjadi Nabi, dan sepuluh tahun sesudah masa kenabian. Ia isteri tunggal, tak ada duanya, bercerai karena kematian. Tahun wafatnya disebut "Tahun Kesedihan" ('AamulHuzni). hadijah r.a adalah orang pertama sekali beriman kepada Rasulullah SAW. ketika wahyu pertama turun dari langit. Tidak ada yang mendahuluinya.


Ketika Rasulullah SAW menceritakan pengalamannya pada peristiwa turunnya wahyu pertama yang dihantar Jibril 'alaihissalam, di mana beliau merasa ketakutan dan menggigil menyaksikan bentuk Jibril a.s dalam rupa aslinya, maka Khadijahlah yang pertama dapat mengerti makna peristiwa itu dan menghiburnya, sambil berkata: "Bergembiralah dan tenteramkanlah hatimu. Demi Allah SWT yang menguasai diri Khadijah r.a, engkau inibenar-benar akan menjadi Nabi Pesuruh Allah bagi umat kita.


"Allah SWT tidak akan mengecewakanmu. Bukankah engkau orang yang sentiasa berusaha untuk menghubungkan tali persaudaraan? Bukankah engkau selalu berkata benar? Bukankah engkau sentiasa menyantuni anak yatim piatu,menghormati tetamu dan menghulurkan bantuan kepada setiap orang yang ditimpa kemalangan dan musibah?"


Khadijah r.a membela suaminya dengan harta dan dirinya di dalam menegakkan kalimah tauhid, serta selalu menghiburnya dalam duka derita yang dialaminya dari gangguan kaumnya yang masih ingkar terhadap kebenaran agama Islam, menangkis segala serangan caci maki yang dilancarkan oleh bangsawan-bangsawan dan hartawan Quraisy. Layaklah kalau Khadijah r.amendapat keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita lain iaitu, menerima ucapan salam dari Allah SWT yang dihantar oleh malaikat Jibril a.s kepada Rasulullah SAW. disertai salam dari Jibril a.s peribadi untuk disampaikan kepada Khadijah radiallahu 'anha serta dihiburnya dengan syurga.Kesetiaan Khadijah r.a diimbangi oleh kecintaan Nabi SAW kepadanya tanpa terbatas.


Nabi SAW pernah berkata:
Wanita yang utama dan yang pertama akan masuk Syurga ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad SAW., Maryam binti 'Imran dan Asyiah binti Muzaahim, isteri Fir'aun".


Wanita Terbaik
Sanjungan lain yang banyak kali diucapkan Rasulullah SAW.terhadap peribadi Khadijah r.a ialah: "Dia adalah seorang wanita yang terbaik, karena dia telah percaya dan beriman kepadaku di saat orang lain masih dalam bimbang keingkaran; dia telah membenarkan aku di saat orang lain mendustakanku; dia telah mengorbankan semua harta bendanya ketika orang lain mencegah kemurahannya terhadapku; dan dia telah melahirkan bagiku beberapa putera-puteri yang tidak ku dapatkan dari isteri-isteri yang lain".


Putera-puteri Rasulullah SAW. dari Khadijah r.a sebanyak tujuh orang:
tiga lelaki (kesemuanya meninggal di waktu kecil) dan empat wanita. Salah satu dari puterinya bernama Fatimah, dinikahkan dengan Ali bin Abu Thalib, sama-sama sesuku Bani Hasyim. Keturunan dari kedua pasangan inilah yang dibangsakan sebagai keturunan langsung dari Rasulullah SAW.

Friday, April 9, 2010

Mimpi pelajar UIA berjumpa Nabi Muhammad S.A.W

Mimpi pelajar UIA berjumpa Nabi Muhammad S.A.W

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani...Ya Allah..lancar jari ini menaipkan sebuah pengalaman yg amat berharga drseorang insan yg dipilih Allah utk berjumpa Nabi Muhammad s.a.w. melaluimimpi hari Khamis, 16 Rejab 1427H bersamaan 10 0gos 2006.Nama yg dipilih oleh ayah beliau adalah Syamimi yg bermaksud'kesayanganku', jua gelaran Nabi pada puteri kesayangan Baginda, Fatimah.Ketika khilaf memilih nama itu, ayah beliau mengharapkan mudah2an suatuhari nanti anaknya akan menjadi salah seorang mutiara kesayanganRasulullah s.a.w. Alhamdulillah, doanya makbul selepas 23 tahun kelahirananak sulungnya daripada 8 adik-beradik.Al-Quran 30 juzuk terpelihara kemas dalam hatinya. Beliau menghabiskanmasa 3 tahun utk menghafal 30 juzuk Kalamullah ketika berada di negerikelahirannya. Beliau hafal sendiri utk memenuhi harapan ibu ayah yangmengharapkan ada dalam kalangan anak mereka menjadi seorang hafiz atauhafizah. Sebagai anak sulung, beliau mengambil tanggungjawab ini utkmenjadi contoh kpd adik2 yg lain. Setiap hari beliau hafal 2 mukasuratAl-Quran dan tasmi' dgn ustaz di sebelah rumahnya. Sekarang beliau pelajartahun 4 jurusan Undang-Undang Syariah di universiti ini.Akak ni memang diuji dengan sakit yg tak tahu apa punca sejak lebihsetahun yg lalu. Sakitnya rasa seperti ditikam-tikam dengan pisau dibahagian belakang tubuhnya, tambahan pula kaki yang sakit di bahagianlutut sejak 8 tahun lalu tidak pernah sembuh. Pernah satu ketika, selepasmakan, beliau muntah bersama segumpal rambut dari kerongkongnya.Penderitaannya hanya Allah dan dia sendiri yang tahu. Sudah lama beliautidak terdaya ke kelas kerana sakit itu membuatkan dia tidak dapat berdiriatau berjalan. Hilang selera makannya hingga badannya susut hampir 13 kg.Beliau hanya menggagahkan diri untuk pergi berwudhu' 2 hingga 3 kalisehari. Wudhu' itu dijaga sebaik mungkin untuk ibadah sepanjang hari.Hari2 yang dilaluinya dipenuhi dgn membaca Al-Quran dan qiamullail sebagaipendinding daripada gangguan yg terus2an menyakiti diri. Diceritakanmakhluk2 halus itu akan mengganggunya terutama pada waktu sebelum Subuh,Zuhur dan Maghrib. Beliau telah banyak berubat di merata tempat, berjumpadoktor2 pakar, malah ulama' yg faqih dalam ilmu perubatan islam sertaakhir sekali bertemu sorang lecturer di sini. Tapi beliau hanya mampubertahan. Pesan ustaznya, setiap kali beliau sakit, banyakkan baca SurahAl-Baqarah.Pagi Khamis itu, beliau berniat utk hadir kuliyah sebab sudah terlalu lamatidak mampu ke kelas. Beliau bangun kira2 jam 4.30 pagi utk solat.Berbekalkan sedikit kekuatan yg digagahkan, beliau ke bilik air utkberwudhu' dgn memapah dinding dan segala apa yg mampu membantu beliauuntuk berdiri. Habis berwudhu', beliau jatuh tersungkur, rasa seperti adayg menolak keras dari belakang. Tika itu beliau sudah tidak mampu berdiri,justeru beliau merangkak ke bilik. Sampai saja di bilik, beliau ketukpintu dan rebah di depan bilik tersebut. Disebabkan sakit yg mungkin dahtak tertanggung, dengan spontan beliau niatkan, "Ya Allah, kiranya matiitu baik untukku, aku redha, tapi kiranya Engkau ingin aku terus hidup,aku ingin dengar kata-kata semangat drpd Rasulullah s.a.w. sendiri.."Kemudian beliau pengsan. Sahabat2 sebilik mengangkat beliau ke dalambiliknya dan di baringkan di sana . Waktu itu, sahabat2nya telah pun'forward message' pd rakan2 yg lain agar dibacakan surah Yasin keranabeliau nampak sudah nazak. Malah mereka telah sedia dgn nombor2 ahlikeluarganya utk dihubungi kiranya ada apa2 berlaku dengan izin Allah.Kira2 jam 11 pagi itulah, ketika tertidur dgn tenang dalam waktuqoilullah, beliau bermimpi. Beliau sedang terbaring dalam keadaan memakaitelekung dgn tangannya diqiam seperti dalam solat di suatu tempat asingyang sangat cantik. Beliau terbaring di sebelah mimbar dan kelihatanbanyak tiang di sekitarnya.Tiba-tiba datang seorang Hamba Allah dgn wajah yang bercahaya dari arahdepan dan berdiri hampir sekali, kira2 2 meter dari beliau. WajahnyaSubhanaLlah..indah sekali, tak dapat nak digambarkan. Beliau tertanya2,siapakah orang ini? cantik sekali kejadiannya dan hati beliau rasa sangattenang dgn hanya melihat wajahnya. Dirasakan seluruh kesengsaraan ygditanggung selama ini lenyap begitu sahaja. Kemudian, Hamba Allah itumengatakan, "Assalamu'alaikum, ana Rasulullah.." Subhanallah..baginda Nabirupanya! Nabi memakai jubah putih dan kain serban berwarna hijau di atasbahu baginda. Beliau nampak dgn jelas mata Baginda Nabi, janggut Baginda,rambut Baginda, kain serban di atas bahu Baginda dan tubuh Baginda.Kemudian Nabi katakan "Enti fil masjidi" (kamu sekarang berada dimasjidku, Masjid Nabawi).. Allahuakbar!Kemudian Baginda Nabi s.a.w. berkata: QalAllahuta' ala; "InnaAllahama'assobirin" (sesungguhnya Allah bersama orang2 yg sabar). Ketika mendengarsuara Nabi mengalunkan Kalamullah, terasa bergema suara merdu Nabi diseluruh alam. Sememangnya Baginda sebaik-baik kejadian dan diciptakan dgnpenuh kesempurnaan. Nabi katakan (dalam lughahl arab, tp diterjemahkan disini) ; "Ya Syamimi, dengan berkat kesabaran enti, dgn sakit yg entitanggung selama ini, dan dgn berkat Al-Quran yg enti pelihara di dlm hati,maka Allah bukakan hijab utk enti nampak ana.." Ketika Nabi menyebut YaSyamimi, terlintas di hatinya "Ya Allah..Baginda kenal ummatnya!". YaRasulullah... Ketika itu, beliau dapat merasakan baiknya Allah, memberikannikmat yg begitu besar buat dirinya.Kemudian Nabi katakan lagi; "Sampaikan salamku buat sahabat2 seperjuanganIslam. InsyaAllah, kita semua akan berjumpa nanti.." Nabi s.a.w. kemudianmelafazkan; "Ummati.. ummati..ummati..." dan beliau nampak jelas Nabimenangis saat itu. Beberapa titisan airmata Baginda yg suci mengalir utkummat Baginda! Kemudian Baginda Nabi melangkah pergi. Beliau merintih,"Jangan pergi Ya Rasulullah.." tetapi Baginda tetap pergi. Subhanallah,walaupun kita tak pernah bersua dgn Nabi yg mulia, Baginda kenal dansentiasa ingat akan ummatnya. Beliau sendiri tidak pasti, apakah Bagindamenangis kerana rindu kepada ummatnya, atau mungkin saja baginda sedih dgnummat akhir zaman ini? wallahua'lam...Sedar daripada tidur yg amat indah pengisiannya itu, beliau masihdikelilingi oleh rakan2 yg turut terdengar rintihan beliau dalam tidurnya"Jangan pergi Ya Rasululah..." Beliau kemudian menceritakan kpd parasahabat tentang mimpinya sekaligus menyampaikan salam Rasulullah buatummat Baginda. Semua yg mendengar menangis lantaran rindu pada Nabi. Rasamalu pada Nabi krn kita jarang2 ingat pada Baginda sedangkan kita amatterhutang budi padanya. Lebih2 lagi kita sedar bahawa hanya syafaatBagindalah yg dikejar di akhirat kelak.Ya Allah..ketika itu, tiada kata yg lebih tinggi drpd kalimahAlhamdulillah utk di rafa'kan pada Allah atas ni'mat yg begitu besar ygAllah berikan pada dirinya. Rasa tak layak dirinya menerima anugerah dgnujian yg hanya sedikit berbanding insan2 yg lebih berat diuji oleh Allah.Kiranya ada kalimah pujian yg lebih tinggi dr Hamdalah, pasti akan beliausebutkan buat Allah Yang Maha Kaya. Semuanya terangkum dalam Rahmat-Nya ygmelimpah ruah. Rasa sakit masih menular di tubuhnya. Cuma kali ini diabertekad tidak akan menangis lagi utk kesakitan ini.Usai solat Zuhur, rasa sakit yg ditanggung makin hebat. Tak pernah beliaumerasakan sakit yg sebegitu rupa. Terasa panas seluruh badan dan seluruhtubuhnya rasa ditikam pada setiap penjuru. Kalau dulu, beliau akanmenangis dalam menghadapi kesakitan, namun pada waktu itu beliau pujukdiri utk tidak menangis. "Apa sangatlah sakit yg aku tanggung iniberbanding nikmat yg Allah telah bagi utk melihat Baginda Nabi s.a.w.."Kemudian beliau tidur. Beliau terus rasakan berada di tempat tinggi,tempat yg biasa hadir sepanjang beliau menerima gangguan. Beliau katakan"Ya Allah, apa lagi yg hendak Engkau berikan buat hambamu yg hina ni, rasamalu sangat dengan-Mu Ya Allah..." Kemudian dgn izin Allah, datang empatorang yg berpakaian serba hijau. Salah seorang daripadanya mengatakan;"Assalamu'alaikum Ya Syamimi..Rasulullah s.a.w. sampaikan salam buatmu.Kami utusan Rasululah..Nahnu khulafa' ar-rasyidin. Ana Abu Bakr, ini UmmarAl-Khattab, Uthman bin 'affan dan Ali.." Subhanallah..Saidina Abu Bakrmemperkenal dirinya dan ketiga2 sahabat yg mulia. Beliau nampak sendiri,Saidina Abu Bakr yg amat lembut perwatakannya, Saidina Ummar dgn wajahtegasnya, Saidina Uthman yg cantik sekali dan Saidina 'Ali yg agak kecilorangnya.Para Sahabat mengatakan; "Kami diutuskan oleh baginda Nabi utk membantuenti.." Kemudian keempat2 mereka membacakan ayat 102 surah Al-Baqarah ygbermaksud:"Dan mereka mengikuti apa yg dibaca oleh syaitan-syaitan pada masakerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi syaitan-syaitan itulahyg kafir, mereka mengajarkan sihir pada manusia dan apa yg diturunkan pada2 malaikat di negeri Babylon iaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidakmengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan 'sesungguhnya kamihanyalah cubaan (bagimu) sebab itu janganlah kafir.' Maka merekamempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkanantara seorang (suami) denagn isterinya. Mereka tidak akan dapatmencelakakan seseorang dgn sihirnya kecuali dengan izin Allah. Merekamempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepadamereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakansihir) itu, nescaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dansungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dgn sihir,sekiranya mereka tahu.."Selesai membaca ayat itu, para sahabat Nabi menghembus pada makhluk2 yangsedang mengganggu beliau dan mereka semua hancur terbakar.Subhanallah..waktu itu terus terasa seolah2 tubuhnya yg sakit dahuluditukarkan Allah s.w.t. dgn tubuh yg baru. Hilang segala kesakitan ygsetahun lebih ditanggung beliau dgn sabar. Saidina Abu Bakr mengatakan;"Inilah ganjaran besar dari Allah buat orang-orang yang sabar.." Kemudian,para sahabat Nabi yg mulia pun pergi meninggalkannya.Selesai mimpi indah yg kedua ini, beliau bangun dr tidur dan terus duduk.Rakan2 sebilik pelik, kenapa beliau dapat bangun dan duduk dgn mudah .Kemudian sahabat2nya itu menyuruh beliau bangun berdiri danalhamduliLlah..dgn mudah beliau bangun berdiri dan berjalan d sekitarbilik. "Ya Allah, penyakit ana dah sembuh.." Semua sahabat yang ada disitu bergembira dan menangis. Kemudian beliau segera ke bilik air untukberwudhu'. Dengan tubuh yang 'baru', beliau sujud syukur pada Allah s.w.t."Ya Allah, kiranya di beri tempoh sujud 100 tahun pun belum dapat dirikumenjadi hamba-Mu yg bersyukur atas nikmat yg telah Engkau berikan.."Beliau berpesan pada kami; "Adik-adik, wajarlah para sahabat Nabi yangmulia sanggup mati demi mempertahankan Baginda. Akak yang diberi rezekimelihat Nabi tak sampai pun 5 minit dah rasa tak sanggup berpisahdengannya. Kalau boleh, nak duduk je di bilik untuk beribadah pada Allahdan mengenang wajah Nabi yg mulia. Tapi menyedari banyak lagi taklifan dantanggungjawab kita atas muka bumi Allah ini, maka hidup mesti diteruskan.Sekarang ini hati akak tenang sangat..kalau boleh, nak je akak pinjamkanhati ni walau hanya sesaat agar adik2 dapat merasakan betapa beningnyahati ini. Tapi itu tak mungkin kan , mungkin ini bahagian akak, bahagiankalian? Hanya Pemiliknya Yang Maha Tahu. Akhir sekali akak ingin katakan,tak rugi kita bersabar..."Keperibadiannya indah. Cerminan al-Quran katanya 'Aisyah ra. Dari semuaaspek kehidupan, diperagakannya hanyalah kesyumulan. Allah mengajarmanusia berkehidupan di muka bumi ini melalui baginda. Menuruti sunnahnyaadalah pahala. Kasih sayangnya tiada bertepi, dari yang kecil hingga yangtua, dari hamba hingga ke bangsawan, dari dulu sampai sekarang, hingga keakhirnya.. Dialah peribadi unggul sepanjang zaman. Mencintainya suatukemuliaan...Pernah suatu ketika Rasulullah berkumpul didalam satu majlis bersama parasahabat. Tiba-tiba bergenang air mata baginda s.a.w. Para sahabat gelosahmelihat sesuatu yang tidakmereka senangi di wajah Rasulullah saw. Biladitanya oleh Saidina Abu Bakar ra, baginda mengatakan bahawa terlalumerindui ikhwannya.. Saidina Abu Bakar sekali lagi bertanya Rasulullahsaw, "bukankah kami ini ikhwanmu?" Rasulullah menjawab, "Tidak, kamu semuaadalah sahabatku.. ikhwanku adalah umatku yang belum pernah melihat aku tetapi mereka beriman dan sangat mencintaiku... Aku sangat rindu bertemudengan mereka.."Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Haiorang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlahsalam penghormatan kepadanya (al-Ahzab:56)p/s: sungguh...berderaian air mataku mengalir..daku rindu akan dirimu..YaRasulullah!(kisah ini dinukilkan oleh sahabat Syamimi hasil pengalaman benar yangtelah dilalui..pernah disebarkan melalui e-mel & blog sebelum ini..)sesungguhnya,ana sangat bersyukur kerana dilahirkan didunia ini sbgaiummat nabi Muhammad S.A.W...banyakkan lah berselawat dan mendengar zikir..insyaAllah kita semua akanmendapt syafaatnya di Akhirat kelak..wallahu'alam..(*_*)Nota: Orang2 yang bijaksana itu mengambil i'tibar, justeru, ambillahpengajaran kisah ini.
▲
Top